Langsung ke konten utama

Postingan

Abah Nurhasan Al-Ubaidah vs Jokam

Banyak dari Jokam yang berpendirian kuat untuk mengikuti Abah Nurhasan, bahkan menganggap beliau adalah manusia sempurna dan hampir dianggap maksum dari salah. Tidak heran jika ada yang mencoba mengkritisi ‘ijtihad’ beliau atau meluruskan beberapa kekeliruan beliau maka akan dianggap terpengaruh, sesat dan syadz. Abah Nurhasan adalah idola bagi warga Islam Jama’ah, nama beliau selalu disebut hampit disetiap acara Jokam sebagai satu-satunya putra terbaik Indonesia yang berjasa meng-Islam Jama’ah-kan Indonesia. Bahkan Ulama Muda Jokam (Biasa disebut MT) karena terlampau berlebihan dalam mengidolakan Abah Nurhasan, lupa untuk mempelajari sejarah Islam, siapa tokoh Ulama Islam zaman awal Islam, jika mereka ditanya siapa nama tabi’in, tabi’ut tabi’in, atau ulama penerus mereka maka akan sangat sedikit yang bisa menjawab dengan benar. Jokam, memang mengaku sebagai fans/idola Syaikh KH. Nurhasan Al Ubaidah Lubis yang “katanya” alim, sholih dan dengan segala kesempurnaan yang kalian s...

PENGUASA

BAI’AT : ANTARA YANG SYAR’I DAN YANG BID’AH

  Oleh Syaikh Su’ud bin Mulawwih bin Sulthan Al Anizi Dakwah merupakan salah satu bentuk ibadah. Dia harus berpijak pada syari’at Allah dan berjalan sesuai dengan sunnah Khulafa’ur Rasyidin. وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُّنِيرًا “..dan untuk menjadi juru dakwah yang menyeru pada agama Allah dengan izinNya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi”. [Al-Ahzab : 46]. Asas-asas dakwah ini tidak pernah akan berubah, meski terjadi perubahan zaman, terjadi perjalanan waktu dan pergantian umat. Kisah-kisah para nabi, semenjak Nabi Nuh Alaihissallam hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam – meskipun berbeda waktu, tempat dan umatnya- tidak pernah berubah asas risalah serta titik tolak awal mereka dalam berdakwah ilallah Azza wa Jalla. Jadi merubah manhaj (tata cara) dakwah lantaran menuruti apa yang dianggap baik menurut akal, merupakan bentuk penentangan kepada Allah dan RasulNya serta tidak mengikuti jalan kaum muslim...

Haruskah Semua Berbaiat

Haruskah semua berbaiat bantahan bagi jamaah ldii dan lainnya وسئل: عن قوله صلى الله عليه وسلم: ” من مات وليس في عنقه بيعة، مات ميتة جاهلية ” Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab ditanya tentang makna hadits “Barang siapa yang mati dalam keadaan tidak ada ikatan baiat di lehernya maka dia mati sebagaimananya matinya orang jahiliyyah (yang tidak memiliki penguasa)”. فأجاب: أرجو أنه لا يجب على كل إنسان المبايعة، وأنه إذا دخل تحت الطاعة وانقاد، ورأى أنه لا يجوز الخروج على الإمام، ولا معصيته في غير معصية الله، أن ذلك كاف، Jawaban beliau, “Aku berharap bahwa berbaiat (secara langsung kepada penguasa, pent) bukanlah kewajiban orang. Sesungguhnya jika seorang itu telah masuk ke dalam ketaatan dan kepatuhan (kepada seorang penguasa, pent) dan dia berkeyakinan bahwa dia tidak boleh menentang dan memberontak kepada seorang penguas serta tidak boleh durhaka kepada aturan penguasa selama aturan tersebut tidaklah bernilai maksiat kepada Allah, maka itu sudah cukup baginya (seh...

KITAB KARANGAN

Kitab karangan ldii 354, takbiiir.. Jama'ah dilarang membaca kitab karangan Demikianlah perintah pengurus pusat kepada rukyah Jokam. Maka hendaknya Jokam mengetahui, bahwa kitab yang ditulis oleh para Ulama' itu dikarenakan para Ulama' mengamalkan hadits berikut ﻗَﻴِّﺪُﻭﺍ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﺑِﺎﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ “Ikatlah ilmu dengan kitab (yaitu : dengan menulisnya)” Silsilah As - Shahihah Dalam riwayat yang lain ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮٍﻭ، ﻗَﺎﻝَ : ﻛُﻨْﺖُ ﺃَﻛْﺘُﺐُ ﻛُﻞَّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺃَﺳْﻤَﻌُﻪُ ﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃُﺭِﻳﺪُ ﺣِﻔْﻈَﻪُ، ﻓَﻨَﻬَﺘْﻨِﻲ ﻗُﺮَﻳْﺶٌ، ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺗَﻜْﺘُﺐُ ﻛُﻞَّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺳَﻤِﻌْﺘَﻪُ ﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺑَﺸَﺮٌ ﻳَﺘَﻜَﻠَّﻢُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻐَﻀَﺐِ ﻭَﺍﻟﺮِّﺿَﺎﺀِ؟ ﻓَﺄَﻣْﺴَﻜْﺖُ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ، ﻓَﺬَﻛَﺮْﺕُ ﺫَﻟِﻚَ ﻟِﺮَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﺄَﻭْﻣَﺄَ ﺑِﺈِﺻْﺒَﻌِﻪِ ﺇِﻟَﻰ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻗَﺎﻝَ : " ﺍﻛْﺘُﺐْ، ﻓَﻮَﺍﻟَّﺬِﻱ ﻧَﻔْﺴِﻲ ﺑِﻴَﺪِﻩِ، ﻣَﺎ ﺧَﺮَﺝَ ﻣِﻨْﻪ...

Bantahan Manqul: Tidak Konsisten dengan Manqul dan Sanad-nya

Mereka sendiri tidak konsisten dalam menerapkan sanad/ijazah ini. Kadangkala mereka mengutip dari siapa saja –tentu saja tanpa ‘manqul’ dari si sumber tersebut- asalkan dianggap menguntungkan dan mendukung maka segera akan mereka kutip. Kalau mereka konsisten, seharusnya segala sesuatu ada manqulnya ada riwayatnya ada sanadnya. Tapi kenyataannya, mereka sendiri tidak melakukannya. Agaknya sikap ghuluw ini telah melelahkan pelakunya… Contohnya sangat banyak sekali, misalkan mereka memanqulkan lembaran yang diberi judul Luzumul Jama’ah atau disebut juga Mukhtasor Al-Jama’ah Wa Al-Imamah, disana mereka mengutip dari Syaikh Majhul (tidak dikenal) bernama Syaikh Dr. Shodiq Amin, padahal sosok ini adalah sosok imajiner, sebab ini adalah nama samaran dari sebuah tim penulis Ikhwanul Muslimin yang disembunyikan.* * Mereka menukil perkataan seorang yang bernama Syaikh Dr. Shadiq Amin dari bukunya ‘Ad-Da’wah Al-Islamiyah Faridhah Syar’iyah Wadharurah Basyriyah’. Orang dengan nama ini majhul,...

Bantahan Manqul: Makhluk yang Paling Ajaib Imannya

Sebenarnya Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wasallam  tidak pernah mengatakan bahwa siapa saja yang tidak manqul/tidak punya sanad ijazah, ilmunya tidak diterima, ditolak, semua amalannya dianggap tidak sah, maka shalatnya tidak sah, begitu juga puasa, haji, zakat dan amalan lainnya pun tidak sah. Bahkan syahadatnya pun tidak sah, sehingga orang (yang tidak mangkul) itu masih kafir. Itu semua adalah pemahamannya jama’ah H. Nur Hasan yang keliru dan tidak memiliki dalil yang kuat. Bahkan riwayat yang ada justru sebaliknya, orang yang menerima ilmu dari sebuah kitab saja lalu beriman dengan apa yang ada didalamnya justru dianggap “orang-orang yang ajaib imannya” oleh Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wasallam  Diriwayatkan oleh Imam Al-Hasan ibn Arfah dalam Juz’un (hal. 20 no. 19), Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wasallam  bersabda: أَيُّ الْخَلْقِ أَعْجَبُ إِلَيْكُمْ إِيمَانًا؟ ، قَالُوا: الْمَلَائِكَةُ، قَالَ: «وَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ، وَهُمْ عِنْد...