Langsung ke konten utama

Sistem manqul



Sistem manqul

LDII memiliki sistem manqul. Sistem manqul menurut NurhasanUbaidah Lubis adalah :”Waktu belajar harus tahu gerak lisan/badan guru; telinga langsung mendengar, dapat menirukan amalannya dengan tepat. Terhalang dinding atau lewat buku tidak sah. Sedang murid tidak dibenarkan mengajarkan apa saja yang tidak manqul sekalipun ia menguasai ilmu tersebut, kecuali murid tersebut telah mendapat Ijazah dari guru maka ia dibolehkan mengajarkan seluruh isi buku yang telah diijazahkan kepadanya itu”. (Drs. Imran AM. Selintas Mengenai Islam Jama’ah dan Ajarannya, Dwi Dinar, Bangil, 1993, hal.24).

Kemudian di Indonesia ini satu-satunya ulama yang ilmu agamanya manqul hanyalah Nurhasan Ubaidah Lubis.

Ajaran ini bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. yang memerintahkan agar siapa saja yang mendengarkan ucapannya hendaklah memelihara apa yang didengarnya itu, kemudian disampaikan kepada orang lain, dan Nabi tidak pernah mem berikan Ijazah kepada para sahabat. Dalam sebuah hadits beliau bersabda:

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا، ثُمَّ أَدَّاهَا كَمَا سَمِعَهَا .
Artinya:”Semoga Allah mengelokkan orang yang mendengar ucapan lalu menyampaikannya (kepada orang lain) sebagaimana apa yang ia dengar”.(Syafi’i dan Baihaqi)

Dalam hadits ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammendoakan kepada orang yang mau mempelajari hadits-haditsnya lalu menyampaikan kepada orang lain seperti yang ia dengar. Adapun cara bagaiman atau alat apa dalam mempelajari dan menyampaikan hadits-haditsnya itu tidak ditentukan. Jadi bisa disampaikan dengan lisan, dengan tulisan, dengan radio, tv dan lain-lainnya. Maka ajaran manqulnya Nurhasan Ubaidah Lubis terlihat mengada-ada. Tujuannya membuat pengikutnya fanatik, tidak dipengaruhi oleh pikiran orang lain, sehingga sangat tergantung dan terikat dengan apa yang digariskan Amirnya (Nurhasan Ubaidah).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat balasan dari Syaikh Abdul Muhaimin Abu Samah

Tahun 1965 M, datang surat balasan dari Syaikh Abdul Muhaimin Abu Samah (meninggal 1978 M), Imam Masjidil Harom dan Pengajar di Darul Hadits Khairiyah Mekkah, kepada Juraij Mahfudh terkait pertanyaannya kepada Mahad Darul Hadits Mekkah mengenai pengakuan pendiri Islam Jamaah Haji Nur Hasan Ubaidah:  1. Apakah benar beliau ini lulusan dari Darul Hadits?  2. Apakah benar doktrin manqul yang beliau ajarkan?  3. Apakah benar pengakuannya bahwa ia adalah wakil dari Amirul mukminin (rahasia) ?. Maka Syaikh Abdul Muhaimin menjawabnya dengan surat ini (lengkapnya silahkan baca digambar), yang secara ringkas : 1. Beliau menantang Haji Nur Hasan agar menunjukan bukti syahadah (ijazah)nya yang sah berstempel kalau betul ia lulusan Darul Hadits. Beliau juga membantah doktrin manqul sebab kitab-kitab yang sudah dihimpun sudah dapat diterima walaupun tanpa manqul sekalipun. 2. Beliau membantah pengakuannya terkait amirul mukminin dan beliau mengatakan bahwa dunia s...

MANA YANG AKAN ENGKAU BAIAT???

Bagi orang Jamaah Musllimin (Hizbullah), LDII, Jamaah Khilafah Muslimin Lampung dan yang semerek ; Islam wajib berjamaah maksudnya adalah berislam harus punya imam, dan imam yang dimaksud harus di bai’at, dan setiap individu wajib berbaiat, kalau tidak berbaiat jika mati maka mati jahiliyyah alias kafir, dan yang dimaksud imam adalah imam mereka masing-masing. Kalau menurut Jamaah Muslimin (Hizbullah) berarti imamnya hizbullah Kalau menurut LDII berarti imamnya LDII Kalau menurut Jamaah Khilafah Muslimin Lampung berarti Imam Khilafatul muslimin dst. Hadits berikut ini adalah hadits yang digunakan oleh mereka untuk menjerat kaum muslimin masuk kepada jamaah mereka namun sebenarnya justru membantah faham sesat mereka. Yaitu hadit Hudzaifah ibnu yaman rodyiyallahu ‘anhu Haditnya panjang kita cukupkan di sini saja : kaifa ta’muruni in adroktu dzalik : bagaimana yang Engkau perintahkan kepadaku jika aku menjumpai yang demikian ya Rasul ? Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menjaw...

Jokam Bertanya Ustadz Dzulqarnain Menjawab

Pada malam senin bulan Desember 2008 saya   berbincang-bincang dengan tokoh serta para mubalig LDII tentang peristiwa yang terjadi pada pak Mauludin. Saya memberikan pendapat pada mereka ”alangkah baiknya kita cari tahu berita yang sebenarnya terjadi pada Pak Mauludin,agar kegundahan hati kita terjawab”, sebagian dari mereka menolak dan memberikan alasan “kita TAAT IMAM saja,kita   tidak usah mencari-cari sesuatu yang telah di ijtihadkan imam yang jelas Mauludin telah murtad”. Alhamdulillah saya bertemu dengan Pak Irwan Taniboya (Mantan Ketua DPD LDII PALU dan sekarang menjadi donatur LDII di Gorontalo) dan Ustadz Romy yang tidak lain adalah menantunya Pak Irwan sekaligus Mubalig desa LDII.di sela-sela pembicaraan saya menyodorkan nomor telepon Pak Hamzah Balikpapan agar dengan nomor itu bisa kita dapatkan info dan melacak keberadaan pak Mauludin. Dan Alhamdulillah membuahkan hasil dan kami pun menjalin informasi dengan Mauludin seputar yang terjadi. ...